Sabtu, 16 November 2013

PENARIKAN SDM (REKRUITMEN)

PENARIKAN SDM (REKRUITMEN) 
 A. PengertianPenarikan Proses mendapatkan sejumlah calon tenaga kerja yang kualifaid untuk jabatan/ pekerjaan utama (produk lini dan penunjangnya) dilingkungan suatu organisasi/ perusahaan. Atau proses pencarian dan pemikatan para calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan. Sasaran perekrutan adalah untuk menyediakan pasokan tenaga kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Dengan mengerti apa yang dilakukan oleh tenaga kerja, analisis perkerjaan (job analysis) adalah dasar dari fungsi perekrutan. Dari sini, uraian pekerjaan (job description) dan spesifikasi pekerjaan (job spesification), dapat dipersiapkan untuk proses perekrutan. Proses seleksi sangat menekankan pada pemilihan orang yang memenuhi kriteria persyaratan (qualified) untuk mengisi lowongan pekerjaan Bagan Perencanaan Penerimaan Karyawan: B. Kendala-kendalaPenarikan 1. Kebijaksanaan-kebijaksanaan Organisasional a. Kebijaksanaan Promosi b. Kebijaksanaan Kompensasi c. Kebijaksanaan Status Karyawan d. Kebijaksanaan Penerimaan Tenaga Lokal 2. Rencana-rencana SDM 3. Kondisi Pasar Tenaga Kerja 4. Kondisi-kondisi Lingkungan Eksternal 5. Persyaratan-persyaratan Jabatan 6. Kebiasaan-kebiasaan Pelaksanan Penarikan C. Saluran-saluran/ Metode-metodePenarikan 1. Walk –ins 2. Rekomendasi dari Karyawan 3. Pengiklanan 4. Agen-agen penempatan tenaga kerja 5. Lembaga-lembaga pendidikan 6. Organisasi-organisasi Karyawan 7. Leasing 8. Nepotisme 9. Asosiasi-asosiasiprofesional 10. Operasi-operasi Militer 11. Open House D. Seleksi Pemilihan seseorang tertentu dari sekelompok karyawan-karyawan potensial untuk melasanakan suatu jabatan tertentu. Merupakan serangkaian langkah kegiatan yang digunakan untuk memutuskan apakah pelamar diterima atau tidak. Tantangan-tantangan Proses Seleksi: 1. Tantangan-tantangan suplai 2. Tantangan-tantangan etnis 3. Tantangan-tantangan organisasional E. Langkah-langkah/ Prosedur Dalam Proses Seleksi 1. Penerimaan pendahuluan pelamar 2. Tes-tes penerimaan 3. Wawancara seleksi 4. Pemeriksaan-pemeriksaan referensi 5. Evaluasimedis (tes kesehatan) 6. Wawancara oleh penyelia 7. Keputusan penerimaan F. Perekrutan Pemimpin Dalam Institusi Pendidikan Ada dua hal pemimpin dalam institusi pendidikan, yang disebut Academic leader dan Manajer. Academic leader dipilih di antara akademisi berdasarkan kapasitas akademiknya, sementara manajer ditunjuk berdasarkan kapasitas manajerial. Tidak semua academic leader memiliki kapasitas manajerial yg dibutuhkan. Manajer kampus juga membutuhkan reputasi akademik yg cukup untuk dapat diterima dan dihormati. Authoritarian manager kurang cocok, collegiality amat penting dlm perguruan tinggi. Seorang pemimpin hendaknya memiliki perhatian, bukan untuk ditakuti. Seorang Entrepreneurial leader, haruslah mampu mencari dan memanfaatkan peluang, memiliki keberanian mengambil risiko atas calculated risks, serta Inovatif dan kreatif. Karakteristik seorang pemimpin: a. Memiliki kecerdasan cukup tinggi b. Memiliki kecakapan berkomunikasi c. Memiliki kecakapan mendidik d. Emosi terkendali e. Memiliki motivasi berprestasi f. Memiliki kepercayaan diri g. Memiliki ambisi PEMBAHASAN Dari penjelasan di atas dapat dilakukan analisis/penilaian mengenai system penerimaan atau perekrutan pemimpin di tempat kerja penulis yang merupakan Institusi pendidikan yaitu sekolah tinggi kesehatan. Dapat dirangkum dengan hal-hal berikut ini: A. Rencana Perekrutan Dalam hal rencana perekrutan Pemimpin atau Ketua STIKES pada kenyataannya tidak memiliki standar yang jelas atau bagan-bagan yang dijelaskan secara tertulis dan jelas. Ketua STIKES dipilih berdasarkan hasil rapat yayasan yang kemudian menunjuk seorang untuk menjadi ketua stikes. Hal ini mungkin dikarenakan pada saat pemilihan ketua stikes masih minimnya tenaga yang dimiliki mengingat usia berdirinya yang masih sangat dini. Metode yang digunakan adalah melalui rekomendasi salah seorang pengurus yayasan dan lebih bersifat nepotisme. Tidak dilakukan fit and proper tes, maupun tes wawancara. Murni rekomendasi dan lebih mengarah kepada Academic Leader dari pada seorang manajer. Pemilihan Ketua Program studi pun masih dilakukan berdasarkan rekomendasi pada orang-orang yang dianggap sudah berpengalaman dalam dunia pendidikan. Diharapkan untuk kedepannya dapat dilakukan penerimaan dan penyeleksian sesuai dengan prosedur yang benarr daan semestinya. Ini bertujuan juga untuk menjaga kualitas manajemen pendidikan kedepannya. Mengingat proses organisasi dan manajemen di lakukan tergantung kepada keputusan ketua (pemimpin). B. Syarat Menjadi Pemimpin (Ketua STIKES) Syarat menjadi ketua STIKES sebenarnya sama dengan syarat menjadi seorang pemimpin pada umumnya, yaitu: 1. Memiliki kecerdasan cukup tinggi 2. Memiliki kecakapan berkomunikasi 3. Memiliki kecakapan mendidik 4. Emosi terkendali 5. Memiliki motivasi berprestasi 6. Memiliki kepercayaan diri 7. Memiliki ambisi Seorang pemimpin yang baik dituntut memiliki keahlian manajerial, bukan berdasarkan strata pendidikan ataupun usia. Pada zaman sekarang ini dituntut seorang pemimpin yang fleksibel dan demokratis, dan paling utama adalah respek terhadap karyawannya. Siapapun yang menjadi pemimpin tidak masalah, asalkan system organisasi dapat berjalan dengan lancar. Karyawan semanagat bekerja dan system pendidikan berjalan lancar. Untuk itu diperlukan pengrekrutan pemimpin sesuai dengan kebutuhan. C. Perekrutan Ketua STIKES Seperti yang dijelaskan pada perencanaan rekrutmen. Penyeleksian ketua STIKES dilakukan secara intern olah yayasan melalui rapat yayasan. Dari rapat yayasan tersebut dipilih salah seorang calaon yang direkomendasikan oleh salah seorang pemilik yayasan. Kemudian dilakukan penunjukkan, dan ditetapkan Surat Keterangan (SK) yayasan yang menyatakan calaon yang terpilih menjadi ketua STIKES. Selanjutnya yang ditunjuk menjadi ketua STIKES akan menerima SK asli dari yayasan mengenai penunjukkan dirinya sebagai ketua STIKES yang kemudian menjabat sesuai dengan priode yang ditetapkan di dalam SK. Ketua STIKES bertanggung jawab sepenuhnya kepada yayasan. Jika ditampilkan dalam bagan, proses rekrutmennya sebagai berikut:

Kamis, 31 Januari 2013

Bahkan Alam pun Takkan Membiarkanmu Berhenti..

Friday, 05.56 a.m Tersentak mendengar sebuah pesan dari seorang penyiar radio pagi itu.. "Bahkan Alam pun takkan membiarkanmu Berhenti" bergerak dan berusaha.. bahkan jika kita memank ingin berhenti.. alam bumi tetap bergerak mengelilingi matahari. bahkan hal yang terkecilpun seperti struktur DNA didalam tubuh.. otot jantung.. tetap bergerak berdenyut.. walaupun otak memerintahkan mereka berhenti.. kecuali Sang Pencipta yang menginginkan mereka berhenti... Air akan lekas membusuk jika dibiarkan begitu saja.. besi akan berkarat.. kayu akan lapuk.. dan begitulah kita membiarkan diri kita lekas tua tanpa melakukan apa-apa.. berusahalah.. sekecil apapun.. setidaknya kita tidak membiarkan diri kita tercipta tanpa ada gunanya.. Dan Sang Pencipta tidak akan menciptakan sesuatu yang tidak ada manfaatnya..

Senin, 02 Januari 2012

2012

Hari kedua di 2012
yipiii...
banyak yang terjadi di tahun sebelumnya
yang buruk jadikan pelajaran agar tak terulang lagi dimasa depan
yang baik, jadikan kenangan manis untuk berjuang dpatkan yang lebih baik lagi..
Mulai Menulis lagi..
Cemangkaaa....;)

Selasa, 20 Desember 2011

9:35 a.m
Assalamualaikum..
 Alhamdulillah iah..
Blog ini tercipta bertepatan saat memperingati 'Hari Mama'